Seskoad Ikuti Ceramah Pembekalan PKB Kejuangan Bersama Sesko TNI, Sespimti Polri, Sesko Angkatan, dan Sespimen Polri Secara Virtual

image

progresifjaya.com, BANDUNG - Sebanyak 1.543 anggota TNI dan Polri mengikuti ceramah pembekalan Program Kegiatan Bersama Kejuangan (PKB Juang) secara virtual, Selasa (28/7/2020).

Di tengah Pandemi Covid-19 saat ini, 267 pejabat Lembaga Pendidikan (Lemdik) TNI dan Polri, dan 1.276 Pasis terdiri atas 214 Pasis Sesko TNI, 103 Pasis Sespimti Polri, 453 Pasis Seskoad, 241 Pasis Seskoal, dan 235 Pasis Seskoau, serta 251 Pasis  Sespimmen Polri mengikuti pembekalan PKB Juang secara virtual di lokasi Lemdik masing-masing angkatan. Khusus untuk Pasis Seskoad mengikuti pembekalan di Gedung Gatot Subroto, Seskoad, Bandung.

Komandan Seskoad, Mayjen TNI Dr. Anton Nugroho, MMDS., M.A dalam sambutannya mengatakan, pada tahun ini panitia penyelenggara dilakukan oleh Seskoau, meskipun digelar secara virtual, namun kegiatan tetap dapat berjalan dengan lancar. 

Komandan Seskoad mengatakan, sinergitas TNI dan Polri menjadi pembahasan yang paling ditonjolkan pada pembekalan PKB Juang. 

"Lebih menonjolkan sinergi TNI Polri dan kami sangat mendapatkan pencerahan untuk masalah itu. Ini menjadi pembelajaran bagi Pasis Seskoad," ujarnya.

Harapan Komandan Seskoad, pelaksanaan PKB Juang kali ini dapat dimaksimalkan oleh para Pasis. Terlebih, pihaknya sangat mendukung sinergi antara TNI dan Polri dalam pembangunan bangsa yang dapat dilihat dari Sumber Daya Manusia (SDM) unggul untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia. 

PKB Juang merupakan materi di bawah Departemen Kejuangan, dalam pembekalan PKB Juang kali ini secara khusus menghadirkan beberapa Narasumber sebagai Penceramah yakni Presiden RI Ir. Joko Widodo, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis dengan Panelis Rektor Universitas Padjajaran (Unpad), Prof. Dr. Rina Indiastuti, M.SIE. dan pakar politik Susaningtyas Nefo Handayani.

Presiden Joko Widodo sebagai salah satu penceramah menyampaikan, perlunya budaya baru kerja yang lebih cepat dan harus berani melakukan shortcut, sehingga cara kerja tidak bertele-tele dan lamban.

"Kita perlu budaya baru dalam kerja yang lebih cepat, harus berani melakukan shortcut, sehingga cara kerja tidak betele-tele dan lamban. Saya sampaikan bukan negara besar kalahkan yang kecil, kalau itu yang lalu iya seperti itu, negara besar mengalahkan yang kecil. Kalau sekarang dan yang akan datang, negara cepat kalahkan yang lambat. Artinya yang cepat yang akan menang," ujar Jokowi. 

Kegiatan pembekalan tersebut berjalan dengan lancar dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan dan Physical Distancing. 

Sumber: Pen Seskoad

Editor: Ebenezer

Wed, 29 Jul 2020 @12:19


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2020 PROGRESIF JAYA · All Rights Reserved
powered by sitekno