Mulai Besok, Kantong Pelastik Sekali Pakai Dilarang di Tebet, Jaksel

image

Progresifjaya.com-JAKARTA.  Pusat perbelanjaan, toko swalayan,  dan pasar rakyat di wilayah kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, dilarang  menggunakan kantong pelastik sekali pakai. Kedapatan melanggar / membandel akan dikenakan sanksi, yang  akan diberlakukan mulai besok, Rabu ( 1/7 ).

Camat Tebet, Dyan Airlangga, mengatakan, larangan penggunaan kantong pelastik sekali pakai tertuang dalam Peraturan Gubernur ( Pergub)  Nomor 142 Tahun 2019 tentang  Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat sosialisasi kembali dilakukan secara masif. “ Kita siap melaksanakan pergub tersebut, mulai besok  Rabu (1/7),” tegasnya, Senin (29/6).

Pihaknya menyebutkan, sosialisasi terus dilakukan  kendati sempat teralihkan  karena adanya pandemi Covid-19.  Namun, lanjutnya,  menjelang  hari – hari  kewajiban  tersebut  terus dintensifkan  hingga saat ini. “ Tinggal eksekusi di lapangan per tanggal 1 Juli," katanya.

Ditegaskan Dyan, Kecamatan Tebet sudah melakukan sosialisasi gerakan penggunaan kantong belanja ramah lingkungan sejak Januari 2020.  Bahkan, lanjutnya,  Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Insawa Adji telah menunjuk Pasar Tebet Barat dan Pasar Tebet Timur sebagai percontohan penerapan pengurangan kantong  plastik sekali pakai.

Ditambahkannya, kesiapan pelaksanaan larangan tersebut  yang dimulai  besok 1 Juli 2020  tidak terlepas dari  kesiapan sejumlah tempat belanjaan yang ada di wilayah kerjanya. " Beberapa minimarket, tempat perbelanjaan, swalayan, dan pasar rakyat sudah ada yang memasang spanduk tentang kebijakan baru ini," katanya.

Disinggung mengenai sanksi  yang melanggar pergub,  Dyan mengaku,  kepastian  penerapan kebijakan itu masih dalam tahap penyesuaian. “ Tidak sertamerta langsung ada sanksi bagi yang tidak menerapkan,” tegasnya.

Menurutnya, sanksi akan diberlakukan secara tegas seperti penerapan sanksi dalam Pembatasan  Sosial Berskala Besar (PSBB) setelah berjalan selama beberapa pekan. " Sanksi nanti akan diberlakukan tegas apabila sudah ada petunjuk,” katanya.

Pihaknya  mengaku,  saat ini untuk sanksi masih menunggu petunjuk pelaksana  ( juklak ) dan petunjuk teknis (juknis) dari kebijakan  tersebut. Misalnya di satu pasar ini sudah ditetapkan tidak boleh ada lagi kantong plastik, maka di situ sanksi otomatis berlaku.

Penulis/Editor :  M.Maruf

 

Tue, 30 Jun 2020 @11:44


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2020 PROGRESIF JAYA · All Rights Reserved
powered by sitekno