Relawan Gugus Tugas Luncurkan Program Pasar Tangguh Di Pasar PSPT Tebet, Jaksel

image

Progresifjaya.com-JAKARTA.   Pasar tradisional kelas A dan C  di Jakarta Selatan bakal masuk dalam program ‘ Pasar Tangguh ‘ yang di gagas Tim Relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID 19 Pemerintah Provinsi Jakarta.  Program pendekatan secara kualitatif ini menetapkan pasar PSPT Tebet dan selanjutnya pasar Pasar Minggu, yang diluncurkan di  Pasar PSPT Tebet,  Jakarta Selatan, Senin (22/6).

Setelah pasar PSPT Tebet yang  merupakan pasar katagori C dengan kapasitas sekitar 500 orang, selanjutnya pasar Pasar Minggu dengan katagori kelas A  berkapasitas 3.000 orang akan menjadi Pasar Tangguh.  Versi Tim Relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID 19.

Ketua Bidang Non-Medis Tim Relawan Gugus Tugas, Dandi Prasetia, dalam keterangan persnya, menjelaskan,  pembentukan program Pasar Tangguh  adalah upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 di pasar tradisional.  Karena, tegasnya, pasar tradisional  menjadi salah satu klaster baru bagi penyebaran COVID-19.

Program ini, tuturnya,  untuk memberi edukasi, sosialisasi sekaligus memantau perilaku para pedagang di pasar tradisional dalam menerapkan protokol kesehatan. “ Program Pasar Tangguh  merupakan pendekatan secara kualitatif untuk memantau perilaku pedagang pasar,” katanya.  

Nantinya,  lanjut dia,  akan dilakukan pendekatan kuantitatif yaitu dengan menempatkan orang di 20 pasar selama satu hari. Tujuannya, tambahnya, juga sama untuk melakukan survei terhadap perilaku pedagang dalam menerapkan protokol kesehatan seperti yang telah dianjurkan pemerintah.

Di Pasar PSPT Tebet, pihaknya,  akan menempatkan lima orang relawan selama 14 hari untuk mengevaluasi terhadap perilaku para pedagang disana.  Para relawan, lanjutnya, bertugas memberikan penjelasan kepada para pedagang tentang tata cara penggunaan APD (alat pelindung diri) yang benar dan urgensi penggunaannya.

Sebelumnya, ungkap Dandi,  akan membagikan kepada para pedang pasar yaitu pelindung wajah atau faceshieldhand sanitizer serta masker kepada seluruh pedagang sebagai upaya perlindungan diri dari Covid-19.

Disebutkan, Pasar PSPT Tebet adalah pasar kategori C yaitu yang memiliki pedagang sekitar 500 orang. Kedepannya, harap dia,  program Pasar Tangguh  akan dilakukan di pasar kategori A, seperti di Pasar Minggu yang memiliki pedagang sekitar 3000 orang. “Mudah-mudah kami akan segera melakukannya di Pasar Minggu nanti,” katanya.

Beda dengan pasar PSPT  Tebet, jelasnya, di pasar Pasar Minggu  akan ditempatkan sekitar 30-an orang relawan,  karena di pasar ini memiliki enam pintu masuk dimana  setiap pintu itu terdiri dari lima relawan. “ Setiap pintu lima relawan, jika  enam pintu jadi 30 relawan,” ujarnya.

Dirinya menyebutkan, di Jakarta  sedikitnya ada delapan pasar yang menjadi sumber penyebaran virus Corona 19  antara lain Pasar Perumnas Klender, Pasar Rawa Kerbau, Pasar Serdang Kemayoran, Pasar Induk Kramat Jati, Pasar Kedip Kebayoran Lama, Pasar Mester Jatinegara, Pasar Obor Cijantung dan Pasar Lontar Jakarta Utara.

Namun, tegasnya,  program ini tidak dilakukan di delapan pasar tersebut karena memang sudah sejak lama program itu disiapkan untuk Pasar Tebet Jakarta. "Meski tidak tertutup kemungkinan juga akan dilakukannya di pasar-pasar lainnya," katanya.

Dandi berharap semoga dengan program Pasar Tangguh tersebut, perilaku para pedagang pasar tradisional di Indonesia, khususnya di Jakarta, bisa berubah mengikuti protokol kesehatan. “Dan pasar tidak lagi menjadi klaster penyebaran baru terhadap Virus Corona atau COVID-19,” ujarnya.

Penulis/Editor : M.Maruf

Tue, 23 Jun 2020 @09:32


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2020 PROGRESIF JAYA · All Rights Reserved
powered by sitekno