Sekda Pandeglang Ancam Tindak Suplayer & Agen Sembako BPNT Nakal

image

progresifjaya.com, PANDEGLANG - Adanya sejumlah jenis komoditas sembako tidak layak konsumsi yang diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di sejumlah desa Kecamatan Labuan, mendapat tanggapan serius dari Sekda Pandeglang, Fery Hasanudin.

Penolakan sejumlah jenis sembako BPNT yang dilakukan KPM tersebut, lantaaran komoditas sembako jenis tempe dan daging ayam yang mereka terima kondisinya sudah membusuk.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pandeglang, Fery Hasanudin mengatakan, pihaknya akan melakukan tindakan tegas terhadap suplayer dan agen, jika sembako yang disediakan dan disalurkan kepada KPM tidak memenuhi standar.

“Laporkan ke Dinsos (Dinas Sosial) kejadian itu. Jika ada penyedian dan penyalur komoditas sembako yang kualitasnya jelek dan tidak memenuhi standar, harus ditindak tegas,” ungkap Sekda melalui sambungan telepon.

Sebelumnya, Sekda Pandeglang juga sempat mengingatkan sejumlah agen atau E-warung sembako BPNT, agar menyediakan sembako sesuai kebutuhan KPM dengan kualitas yang bagus. Seperti beras jenus premium, serta jenis sembako lainnya sesuai standar dan kebutuhan para KPM.

Bahkan sebelumnya juga, Sekda sempat mengancam jika ada suplayer dan E-warung yang tidak menyediakan sembako sesuai yang dibutuhkan KPM dan kualitasnya dibawah standar, pihaknya akan mencopot suplayer dan agen dari kemitraan program sembako BPNT.

Aktivis Pandeglang, Azis mendukung pemberian sanksi tegas terhadap suplayer dan agen yang tidak memenuhi standar program BPNT. Sebab, kata dia, meski komoditas sembako yang tak layak konsumsi telah diganti, namun artinya itu menjadi kelalaian agen maupun suplayer.

“Saya harapkan Pemkab Pandeglang, atau dinas terkait melakukan pengawasan secara maksimal penyaluran sembako untuk BPNT,” katanya.

Menurut dia, jika KPM tidak melaporkan sejumlah komoditas sembako tak layak konsumsi, dimungkinkan agen maupun suplayer tidak akan melakukan penggantian.

“Saya menduga kejadian itu ada unsur kesengajaan. Karena agen pastin mengetahui jika tempe dan daging ayam itu tidak layak konsumsi, tapi masih tetap disalurkan ke KPM,” tandasnya.

Penulis : R. Rencong

Editor : Asep Sofyan Af

Sun, 10 May 2020 @16:44


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2022 PROGRESIF JAYA · All Rights Reserved
powered by sitekno