Pemko Jaksel Siapkan 5 Tempat Isolasi Mandiri Pasien COVID-19

image

progresifjaya.com, JAKARTA - Pemerintah Kota Adminitrasi (Pemko) Jakarta Selatan menyiapkan lima tempat yang akan dijadikan isolasi mandiri bagi pasien COVID-19. Setelah dilakukan persiapan dan pengecekan akhir, tempat itu bisa digunakan dalam waktu dekat. 

Kelima lokasi yang disiapkan adalah,
1. Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta, Kementerian Kesehatan, Jalan Hang Jebat, Kelurahan Gunung, Kebayoran Baru.
2. Wisma Pembina, Petukangan Utara, Pesanggrahan.
3. Wisma Antam, Jalan Limo, Kebayoran Lama.
4. SDN Gandaria Selatan 01 Pagi, Cilandak
5. SLB Negeri 11, Menteng Dalam, Tebet.

Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Marullah Matali  yang memimpin langsung pengecekan akhir dan didampingi Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji, Sekretaris Kota Jakarta Selatan Munjirin, dan para asisten, sedikit agak berat karena berbanding terbalik antara yang dilakukan dengan apa yang diharapkan.

Dirinya mengaku enggan menyiapkan  gedung  dijadikan lokasi isolasi mandiri,  karena  dirinya berharap wabah COVID-19 bisa segera selesai.

Menurut Marullah, jika  sekolah SLB 11 Negeri Jakarta dipilih menjadi tempat isolasi mandiri. Maka, tegasnya, akan ada mekanisme kesehatan yang harus dijalankan.

Disana, jelasnya,  harus ada tugas gugus baik di tingkat kecamatan, RW, atau kelurahan dan yang jadi leading sector adalah ketua  RW juga sebagai ketua gugus tugas di sini.

Dirinya juga menekankan,  agar mereka yang dirawat dapat mematuhi peraturan dan menjaga fasilitas yang ada. Seperti, lanjutnya, yang menjaga lingkup  lokasi isolasi mandiri ketua RW,  karena yang diperiksa tidak hanya makanan tapi juga kebutuhan pasien.

"Setiap petugas harus bisa membedakan warga dengan kategori sakit dan sehat," katanya.

Marullah mengingatkan harus dibuat aturan tegas, seperti yang sehat  ada kewajiban agar tidak pulang kampung, jangan keluar rumah, lumbung pangannya tercukupi serta menjalankan patroli atau ronda, bagaimana akses jalan warganya masih banyak lagi.

Sedangkan yang sakit  dibagi dua, lanjutnya, sakit perlu ke rumah sakit dan harus dirawat cuma 20 persen.  Sisanya, tambah dia, yang 80 persen  hanya sakit  berobat sembuh  bisa di isolasi di rumah.
Kemudian, tegasnya, jika pasien meninggal dunia menjadi urusannya pemakaman dilaksanakan sesuai protokol korban meninggal virus corona.

Penulis/Editor : M. Maruf

Tue, 21 Apr 2020 @21:05


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2020 PROGRESIF JAYA · All Rights Reserved
powered by sitekno