Penusuk Wiranto Diadili di PN Jakarta Barat

image

Teks Foto : Sidang perdana kasus penusukan terhadap Wiranto, mulai digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat pada, Kamis (9/4/2020. (Foto: Zul)

progresifjaya.com, JAKARTA - Sidang perdana kasus penusukan terhadap Wiranto, mulai digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat pada, Kamis (9/4/2020) dengan agenda pembacaan surat dakwaan.

Namun sidang kasus dugaan teroris yang terjadi di Pandeglang, Banten beberapa waktu lalu ini, tidak dapat dihadiri terdakwa maupun saksi korban karena dilakukan sidang teleconfrence. Langkah itu terpaksa dilakukan pihak PN Jakbar karena intruksi dari pemerintah demi mencegah penularan virus covid 19.

Sidang kasus yang menimpa mantan Panglima TNI di era pemerintahan Presiden Suharto ini, menghadirkan tiga terdakwa dengan berkas terpisah, dipimpin Majelis Hakim Ketua Masrizal, SH., MH., dengan anggota majelis Eko Haryanto, SH., MH., dan Purwanto SH., yang berlangsung di ruang utama PN Jakbar.

Ketiga terdakwa itu adalah 1.Samsudin alias Ending, 2. Fitria Diana alias Fitri Adriana (satu dan dua adalah pasangan suami istri), 3. Syahrial Alamsyah alias Abu Hara, dan anak kedua pasangan  suami istri itu yang masih berusia 12 tahun. Sesuai surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Amril dan rekan-rekan menguraikan awal kejadian penyerangan terhadap mantan Menko Polhukam Wiranto oleh ketiga terdakwa.

Penyerangan itu terjadi di Desa Purwaraja Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang pada 10 Oktober 2019 lalu.

Saat itu Wiranto tengah melakukan kunjungan.Saat Wiranto dan rombongan berada di Gapura Alun-alun Menes, ketika pintu mobil yang ditumpangi Wiranto baru saja dibuka, terdakwa dibantu istri dan anaknya langsung menyerang Wiranto dengan menggunakan senjata tajam sehingga mengenai perut dan dada Wiranto.

Namun sebelum terdakwa melakukan aksinya lebih jauh, petugas pengamanan langsung membekuk terdakwa. Syahrial Alamsyah merupakan pengikut Abu Bakar alias Bagdadi yang telah di baiat di Kediri Jawa Timur.

Terdakwa resmi menjadi pengikut Abu Bakar sejak bulan Oktober 2018 lalu. Dan menurut terdakwa dia harus patuh terhadap baiat tersebut dimana Negara Kesatuan Republik Indonesia mereka anggap sebagai kafir.

Sidang terhadap ketiga terdakwa ini akan dilanjutkan pada 23 April mendatang dengan agenda menghadirkan saksi.  Ketiganya dijerat dengan Pasal dan Undang Undang teroris secara berlapis.

Ketika ditanya majelis hakim,para terdakwa menyatakan bahwa mereka tidak membantah dan mengakui dakwaan tersebut.

Penulis/Editor : Zulkarnain

Thu, 9 Apr 2020 @13:42


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2020 PROGRESIF JAYA · All Rights Reserved
powered by sitekno