Kejari Jakut Tuntut 7 Pengedar Upal 6 Tahun Penjara

image

progresifjaya.com, JAKARTA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara melalui Iskandar Zulkarnin, SH., MH., sebagai penuntut umum (PU) menuntut 7 orang terdakwa pengedar uang palsu (upal) dalam bentuk uang dolar palsu dari berbagai negara masing-masing selama 6 tahun penjara.

Tuntutan tersebut dibacakan di depan majelis hakim pimpinan Agung Purbantoro, SH.,MH didampingi Dodong Iman Rusmanto, SH.,MH dan Drs. Tugiyanto, BC IP.,SH., MH., di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara dan penasehat hukum terdakwa melalui sidang jarak jauh atau video teleconferen (vicon), dimana  terdakwa tetap berada di rumah tahanan (Rutan) Cipinang, Jakarta Timur. 

Sidang vicon saat ini diberlakukan di seluruh Indonesia sebagai upaya dalam pencegahan merebaknya wabah virus corona yang telah dideklarasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)  sebagai Pandemi Covid-19 merupakan penyakit  mematikan.

Setelah PU membacakan tuntutan, majelis hakim langsung memerintahkan PU agar memberikan foto copy surat tuntutannya kepada penasehat hukum, juga agar secepatnya melalui petugas Kejaksaan mengirimkan ke Rutan Cipinang untuk diberikan kepada terdakwa  supaya  terdakwa dapat mempelajarinya dalam menyusun pembelaan (pledoi) pribadinya disamping pledoi dari penasehat hukumnya. 

"Terdakwa Paduan Arion terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 245 KUHP, jo pasal 55 ayat (1) KUHP, menjatuhkan pidana penjara selama 6 tahun, dikurangi selama masa penahanan dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan," ungkap Iskandar Zulkarnain dalam surat tuntutannya, Kamis (26/3-2020).

Sebelumnya, PU telah membacakan hal-hal yang memberatkan dan hal-hal yang meringankan. Hal-hal yang memberatkan yaitu, terdakwa berbelit-belit memberikan keterangan dan telah meresahkan masyarakat. Sedangkan hal-hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan dalam persidangan dan mempunyai tanggungan keluarga.

Sebelumnya 6 orang rekan terdakwa dalam mengedarkan upal (berkas terpisah) juga telah dituntut PU dengan pidana penjara masing-masing selama 6 tahun, yakni terdakwa, Absalom Reinlex T,  Agus Sukoco, Rudolf Valentino L, Dony Adios, Fuad  Febriansyah, Hasanuddin. Dimana menurut PU para terdakwa tersebut juga telah terbukti bersalah mengedarkan upal.

Menurutnya, perbuatan ketujuh terdakwa tersebut diungkap Satserse Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang berawal  ditangkapnya terdakwa Paduan Arion di Loby Hotel Santika Jln. Kelapa Nias, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (4/7-2019).

Dikatakannya, lswandi, Amd dan Safrian Tuiberki anggota Reserse Polres Pelabuhan Tanjung Priok memperoleh informasi dari masyarakat akan ada transaksi penjualan Dollar Amerika palsu dan atas informasi tersebut Tim Buser dari Polres Pelabuhan Tanjung Priok langsung melakukan penyelidikan dengan mendatangi tempat yang diinformasikan dan ditemukan terdakwa Absalom Reinlex Tuhusula, Agus Sukoco, Rudolf Valentino L dan Donny Adios terlihat sedang melakukan transaksi jual beli dollar.

Saat penangkapan para terdakwa, lanjutnya, anggota Tim Buser Polres Pelabuhan Tanjung Priok melakukan penggeledahan badan dan ditemukan Dollar Amerika palsu sebanyak 10 lak pecahan USD 100 ribu yang terbungkus dalam amplop coklat.

Ditambahkannya, atas penangkapan tersebut Tim Buser pun melakukan pengembangan dan berhasil pula menangkap jaringan pengedar upal lainnya yakni, terdakwa Hasanudin dan Fuad Febriansyah serta tambahan barang bukti (BB)  dalam bentuk Dollar palsu dari berbagai negara seperti, 120 ribu Dollar Singapore, 140 Lak pecahan USD 100 ribu, 2 Ringgit Brunai Darussalam pecahan 10 ribu, 3 lembar uang EURO senilai 500 EURO, 2 lembar USD tahun 2009 pecahan USD 100 ribu, 4 lembar USD tahun 2006 pecahan USD 100 dan 3 lembar Dollar Kanada, serta sejumlah dokumen.

"Dalam mengedarkan upal bentuk dollar tersebut para terdakwa saling berkomunikasi dan terakhir pada tanggal 3 Juli 2019 diserahkan kepada terdakwa Hasanudin untuk dilakukan verifikasi ke Direktur Bank BRI di rumahnya," jelas  Iskandar Zulkarnain.

Atas Tuntutan tersebut, Ketua majelis hakim mempersilahkan terdakwa mengajukan pembelaan (pledoi) pribadi, disamping adanya pledoi dari pensehat hukumnya yang akan kembali digelar Senin tanggal 30 Maret 2020.

Penuis/Editor : U. Aritonang

Sat, 28 Mar 2020 @20:37


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2020 PROGRESIF JAYA · All Rights Reserved
powered by sitekno