Sejumlah Praktisi Hukum & Jaksa Harapkan MA Prioritaskan Sidang Vicon di Pengadilan

image

progresifjaya.com, JAKARTA - Sejumlah jaksa baik dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI maupun Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara berharap majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara agar menggelar persidangan dengan sistim video conference (vicon) saat merajalelanya wabah virus corona.

Pasalnya, banyak terdakwa yang masa tahanannya sudah mepet atau habis hingga bukan tidak mungkin bebas demi hukum (BDH) jika persidangannya tertunda-tunda. Dimana volume masuknya perkara di PN Jakarta Utara dapat dikatakan tertinggi di DKI Jakarta.

Perkara-perkara tersebut datang atau bersumber dari Polres Metro Jakarta Utara, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Polres Kepulauan Seribu, Polair Polda Metro Jaya,  Baharkam Polair Polri, Bareskrim Polri, Penyidik PNS Beacukai dan Penyidik PNS Perpajakan dan lain-lainnya.

“Jika dilihat dari masuknya perkara dari tujuh atau lebih instansi penyidikan itu, maka sudah sepantasnya digelar persidangan dengan sistim videoconfren. Bukan untuk gagah-gagahan, tetapi untuk menghindari BDH terdakwa yang masa tahanannya hampir habis dan juga guna menghindari penumpukan perkara pidana yang sering tertunda-tunda," tutur seorang JPU di Kejari Jakarta Utara, Selasa (24/3). 

Berdasarkan pemantauan, selain kasus-kasus narkotika, kini perkara pidum dan pidana khusus (perpajakan dan perbankan) juga digelar di PN Jakarta Utara. Untuk terdakwa kasus-kasus narkotika masa tahanannya boleh disebutkan agak sedikit lebih panjang.

Tidak demikian dengan perkara-perkara lainnya. Ada pula yang sudah mepet sehingga terpaksa dipadatkan persidangannya oleh majelis hakim yang menangani kasus tersebut sebelum permasalahan virus corona ini mengganggu jadwal persidangan.

Sebagaimana diketahui sejak Senin (23/3) nyaris tidak ada digelar persidangan pidana akibat kekhawatiran wabah virus corona. Hal itu terjadi karena dampak virus corona. Atas alasan itu pula hampir seluruh ruangan di gedung bekas PN Jakarta Pusat itu disemprot antivirus corona akhir pekan lalu.

Selain persidangan videoconfren, sejumlah jaksa dan advokat juga menghimbau Mahkamah Agung (MA) agar memprioritaskan penempatan hakim di PN Jakarta Utara terlebih sebanyak 8 orang hakim PN Jakarta Utara telah mendapatkan promosi menjadi hakim tinggi diberbagai daerah mengakibatkan PN Jakarta Utara saat ini jelas kekurangan hakim.

Penulis/Editor: U. Aritonang

Thu, 26 Mar 2020 @16:32


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2020 PROGRESIF JAYA · All Rights Reserved
powered by sitekno