Masa Akhir Tugas Ketua Mahkamah Agung Diminta Lakukan Evaluasi Komprehensif Berbagai Bidang

image

Teks Foto : Hartono Tanuwidjaja, SH., Msi., MH., CBL

progresifjaya.com, JAKARTA - Praktisi hukum yang juga promotor tinju, Hartono Tanuwidjaja, SH., Msi., MH., CBL., mengatakan, bila mengacu pada ketentuan Pasal 11 No. 3 Tahun 2009, tentang Perubahan Kedua Atas UU No. 14 tentang Mahkamah Agung, maka usia pensiun Ketua, Wakil Ketua, Ketua Muda dan Hakim Agung adalah 70 tahun.

Berdasarkan ketentuan itu, tambahnya, berarti Hatta Ali akan segera pensiun pada awal April 2020, baik dari jabatan sebagai hakim agung, maupun sebagai Ketua Mahkamah Agung.

Menurut Hartono, dengan  pensiunnya Hatta Ali, dapat dijadikan sebagai momentum penting dan strategi bagi Mahkamah Agung, setidaknya dalam dua hal.

Pertama, Mahkamah Agung akan memiliki Ketua baru. Kedua, untuk melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap aspek transparansi dan akuntabilitas, termasuk integritas dan profesionalisme seluruh jajaran Mahkamah Agung di semua tingkatannya.

Pertanyaannya adalah, mengapa momentum penting dan strategis, namun  sepertinya tidak hangat dalam pembicaraan mengenai pemilihan Ketua baru? Apakah karena adanya penyebaran pandemi wabah covid 19?

Ini tentu menjadi pertanyaan bagi sejumlah kalangan pemerhati hukum di Indonesia. Idealnya, walaupun di tengah pandemi covid 19, Mahkamah Agung wajib tetap transparan dan menyampaikan informasi kepada kalangan publik mengenai proses pemilihan Ketua Mahkamah Agung tersebut.

"Saat ini sudah era IT dan digital. Jadi tidak ada alasan bagi Mahkamah Agung untuk menutup diri terkait proses pemilihan Ketua Mahkamah Agung yang baru," ujar Hartono Tanuwdjaja di Jakarta baru-baru ini.

Dikatakannya, pekerjaan rumah (PR) sudah menanti Ketua baru Mahkamah Agung. Seperti, transparansi, profesionalisme dan akuntabilitas penanganan perkara oleh hakim di semua tingkatan pengadilan, juga para hakim agung.

Tidak terlepas juga akan menuju zona integritas di area pengadilan tingkat pertama, tingkat banding dan tingkat Kasasi agar lebih diawasi secara efektif.

"Yang tidak kalah pentingnya adalah kewibawaan Mahkamah Agung dan pengadilan dibawahnya agar terus lebih ditingkatkan untuk menuju masyarakat berkeadilan," tegasnya.

Hal-hal tersebut, lanjutnya, sangat urgen dan harus menjadi prioritas Ketua Mahkamah Agung baru agar berbagai kontroversial mengenai putusan pengadilan, serta perilaku hakim dan aparat pengadilan kembali minimal dapat diminimalisir.

"Ketua Mahkamah Agung baru sudah seharusnya dan patut memiliki keberanian dan komitmen tinggi untuk melakukan perubahan signifikan dan reformasi internal, baik dalam penanganan perkara maupun peningkatan integritas hakim, pejabat di lingkungan Mahkamah Agung dan jajarannya," harap Hartono Tanuwidjaja selain promotor tinju, juga merupakan kolektor batu permata.

Penulis/Editor: U. Aritonang

Thu, 26 Mar 2020 @16:29


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2020 PROGRESIF JAYA · All Rights Reserved
powered by sitekno