PKSPD: Cabub Jangan Hanya Janji Surgawi

image

progresifjaya.com, INDRAMAYU - Bursa calon Bupati dan Wakil Bupati Indramayu mendapat tanggapan dari berbagsi kalangan dan tokoh di Indramayu. Salah satu komentar pedas disampaikan Direktur Pusat Kajian Strategis Pembangunan Daerah (PKSPD) O'ushj Dialambaqa yang mengatakan, dirinya melihat semua partai politik (parpol) kebanjiran Cabub dan Cawabub Indramayu, terutama Partai Golkar.

Menurut O"ushj Dialambaqa, semua orang punya hak konsitusional untuk mendaftarkan diri jadi cabub atau cawabub.

Sebab kata dia, hak berdemokrasi dan politiknya telah diatur. Publik hanya menunggu siapa saja yang diberikan rekomendasi oleh parpol pengusung baik yang berkoalisi maupun yang syarat quotanya terpenuhi seperti Golkar.

Semua pendaftar, katanya, punya peluang yang sama karena parpol tidak bisa kita logikakan dengan logila dan akal waras.

"Jadi tergantung pada Tuhannya, parpol pada siapa rekom itu mau diberilan. Publik tidak bisa menakar atau melogikakan kebijakan parpol. Karena jika kita masuk pada ranah tersebut sama saja dengan orang tak waras sekalipun parpol mengatasnamakan demokrasi, kriteria dan seterusnya," katanya.

Sebab kata dia, yang menentukan dapat rekom atau tidak sangat tergantung pada kecerdikan dan kelicinan calon itu sendiri untuk permainan pat gulipat termasuk Dudung Badrun.

"Yang naif dan mustahil semua bisa terjadi dan bisa nyata seperti otoritas absolut kuasa dan kehendak Tuhan untuk mentakdirkan nasib. Petinggi kuasa parpol maunya sama dengan Tuhan dalam konstruksi teologi. Jadi tidak bisa pakai logika dan akal waras," ujar pria yang akrab disapa Oo ini.

"Semua calon ngomong pakai slogan dan grand naratif. Padahal mereka tidak melihat realita empirik yang menjadi fakta. Misalnya, perubahan Indramayu kedepan, masyarakat sejahtera dan yang merdu-merdu bak angin surgawi. Tapi bagaimana konsepnya dan darimana kita mulai dan apa yang harus dilakukan. Ini semua tidak terlihat apa rasional apa tidak, apa logik atau tidak termasuk ngomong pemberantasan dan pencegahan korupsi," ucapnya.

Problem lainnya, tambah dia, sekalipun ada mekanisme debat calon, juga tak ada gunanya. Sebab visi misinya buruk juga, tetap sebagai calon.

"Nah jadi baru tahap seolah-olah  para calonnya serius dan KPU-nya juga serius karena parameternya adalah para calon membuat dan menyampaikan visi misi di ruang publik. Paling kita sedang menunggu Godot yang tak akan pernah hadir sebagai mahluk yang konkret bukan siluet atau jangan-jangan vampir yang akan hadir," tuturnya.

Penulis/Editor: Zulkarnaen

Thu, 13 Feb 2020 @13:25


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

image

 

KELUARGA BESAR SURAT KABAR "PROGRESIF JAYA"

MENGUCAPKAN

TURUT BERDUKA CITA

ATAS MENINGGALNYA KO A CHONG (RELLY SINGAPURA) DALAM USIA 75 TAHUN

PADA TANGGAL 24 JANUARI 2020  DI TANJUNG PINANG, KEPULAUAN RIAU 

DIMAKAMKAN DI TEMPAT PEMAKAMAN BATU 10 TANJUNG PINANG

"SEMOGA KELUARGA YANG DITINGGALKAN DIBERIKAN KESABARAN DAN KETABAHAN"

Copyright © 2020 PROGRESIF JAYA · All Rights Reserved