Harga Sejumlah Komiditas Melambung, Rakyat Kecil Limbung

image

Harga-harga komiditas terutama sayuran dan bumbu dapur, seperti bayam, kangkung, bawang putih dan cabai terus melambung. Seperti di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (6/2/2020), harga bawang putih melambung dari harga normal Rp 26.000 per kilogram (kg) menjadi Rp 70.000/kg. Bahkan, harga sayuran seperti bayam satu ikatnya bisa mencapai Rp. 3.000 – Rp. 5.000 di pasar-pasar sekitar perkampungan atau istilahnya pasar kaget.

Harga sayuran yang masih melambung sejak awal tahun baru 2020 ini sangat dirasakan oleh rakyat yang hidupnya pas-pasan. Contohnya, sayur bayam bila harganya satu ikat Rp. 3.000, bila satu keluarga ada empat kepala, maka diperlukan lima ikat sayur bayam dengan total pengeluaran Rp. 15. 000. Itu baru pengeluaran untuk sayuran. Belum yang lainnya.

Harga sayuran yang masih melambung ini membikin rakyat kecil makin limbung untuk membiayai kehidupan sehari-hari. Dengan kebutuhan makan sehari-hari yang bisa mencapai Rp. 50.000 bahkan lebih, itu mungkin hanya untuk membeli sayuran dan bahan dapur saja tentunya sangat memberatkan. Apalagi pendapatannya sehari hanya Rp 50.000, buat biaya hidup yang lain tidak mencukupi seperti pendidikan dan kesehatan.

Memang tingginya harga sayuran saat ini disebabkan banyak hasil panen yang rusak di beberapa daerah sentra produksi. Bencana dan tanah longsor salah satu penyebab gagalnya panen.

Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Tanah Air. Kondisi ini menyebabkan harga sejumlah komiditas melambung, terutama sayuran dan bumbu dapur. karena pasokan sejumlah komoditas di pasar tradisional terganggu. Akan tetapi, di sinilah peran pemerintah untuk segera mengatasi harga-harga komiditas pangan. Menteri-menteri yang diangkat Presiden harus bergerak cepat dalam menstabilkan harga.

Seperti diketahui salah satu komiditas yang naik adalah bawang putih. kenaikan harga bawang putih terjadi sejak wabah virus corona ramai diberitakan sejak 20 Januari 2020 silam, karena bawang putih kating memang impor semua dari China.

Sedangkan, komoditas lainnya harganya terbilang cukup stabil, bahkan cabe keriting merah yang sempat melambung hingga Rp 80.000/Kg saat musim hujan lalu, kini sudah mulai turun mendekati harga normalnya.

Suhanto mengatakan, pihaknya akan terus memantau harga secara insentif dan memantau potensi pasokan di berbagai sentra produksi. Tak hanya itu, pihaknya pun akan berkoordinasi dengan Kementan untuk memetakan potensi panen di daerah-daerah sentra serta kapan pasokan cabai kembali normal.

Tak hanya itu, untuk menstabilkan harga cabai, pemerintah juga sudah meminta bantuan Garuda Indonesia untuk menyediakan kargo dengan harga khusus untuk komoditas cabai.

Berikut harga komoditas pangan lainnya di Pasar Induk Kramat Jati per 6 Februari 2020 dikutip dari Informasi Pangan Jakarta :

Bawang merah - Rp 23.000/kg

Cabai rawit merah - Rp 60.000/kg

Cabai keriting merah - Rp 52.000/kg 

Cabai Merah Besar - Rp 74.000/kg

Cabai rawit hijau - Rp 28.000/kg

Tomat - Rp 11.000/kg

Kentang - Rp 13.000/kg

Penulis: Hendy Yulianto, Wartawan Progresif Jaya

Mon, 10 Feb 2020 @13:37


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2020 PROGRESIF JAYA · All Rights Reserved
powered by sitekno