Lebe Desa Amis Buatkan Surat Kematian Aspal, Suami Laporkan Istri Poliandri

image

progresifjaya.com, INDRAMAYU - Niat hati bekerja ke Jakarta untuk menafkahi istrinya, Raniah (43), istri resmi Warsita alias Wawang (45) dari Desa Amis Indramayu, malah menikah lagi dengan Waryono (31). Pernikahan tersebut disahkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cikedung pada 26 Desember 2018 lalu. 

Tak lama mendengar hal ini, Warsita melaporkan Raniah dan Waryono ke Polres Indramayu. Kini perkara tersebut masuk ke tingkat sidang di Pengadilan Negeri dengan agenda keterangan saksi pada Rabu (5/2/2020).

Dari fakta persidangan, diketahui Warsita dan Raniah menikah sejak tahun 1998. Pernikahan tersebut dicatat di KUA Cikedung, mereka sudah memiliki 2 orang anak.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Indramayu mengatakan bahwa memang pasutri Raniah dan Warsita sudah beberapa kali cerai rujuk.

"Oleh karena Warsita alias Wawang bertanggung jawab pada istrinya, dia mencari nafkah ke Jakarta dan masih menafkahi. Namun istrinya minta cerai, lalu cerai di depan lebe dengan membuat surat pernyataan sudah cerai. Setelah membuat surat pernyataan mereka rujuk kembali, lalu ingin cerai lagi membuat surat pernyataan, lalu rujuk lagi," kata Erma, JPU Kejari Indramayu di ruang kerjanya, Jumat (7/2/2020).

Semasa Warsita bekerja di Jakarta, tuturnya, Raniah dinikahi oleh Waryono. Dari pernikahan antara Raniah dengan Waryono ada yang keberatan yaitu saudara dari Warsita alias Wawang.

Erma menjelaskan, setelah dicek semuanya ternyata betul antara Warsita dengan Raniah masih sah terikat tali perkawinan karena belum ada akta cerainya.

"Oleh sebab itu, akhirnya penghulu mengajukan pembatalan nikah antara Waryono dan Raniah yang diputus oleh Pengadilan Agama pada 26 Februari 2019. Jadi dalam putusannya menetapkan pernikahan Waryono dan Raniah dibatalkan," lanjutnya.

Terjadinya poliandri dan kepemilikan buku nikah ganda menurut JPU, raniah dibuatkan surat kematian seolah - olah suaminya (Warsita) meninggal dan berstatus janda mati oleh Lebe Desa Amis.

"Raniah bisa nikah lagi karena sama Lebe dibuatkan surat kematian seolah-olah si suami yang namanya Warsita alias Wawang itu meninggal. Jadi, statusnya pada saat menikah dengan Waryono itu janda mati. Sehingga, KUA melalukan pernikahan itu karena janda mati tidak menanyakan akta cerainya. Ternyata Warsita alias Wawang masih hidup," ungkap Erma.

Terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri Indramayu Lutvi menerangkan, bahwa saksi - saksi yang dihadirkan pada persidangan dari perangkat desa dan Kepala Desa Amis.

"Saksi - saksi yang datang kemarin suaminya (Warsita), kemudian (saksi) yang mendengar bahwa Raniah menikah dengan Waryono, yang jadi saksi pernikahan Raniah - Waryono, yang membuat surat kematian sampai lolosnya Raniah bisa menikah lagi, Kuwu, Lebe, penghulu yang menikahkan dan membatalkan pernikahan. Akibatnya terdakwa dijerat Pasal 279 ayat 1 ke 1 ancaman hukuman 4 tahun," jelas Lutvi.

Sementara itu, perkara untuk pemalsuan dokumen akan akan dilakukan pemeriksaan secara terpisah dengan menggunakan pasal 263.

Penulis: Eka

Editor: Hendy

Mon, 10 Feb 2020 @12:54


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2020 PROGRESIF JAYA · All Rights Reserved
powered by sitekno