Ada Janji Manis Bayar Klaim Jiwasraya

image

Berita baru dari PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang lagi-lagi datang dengan janji manis buat nasabah, yang berisik minta klaim untuk segera dilunasi. Kali ini, janji datang langsung dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang menyatakan tunggakan klaim atas produk saving plan asuransi pelat merah itu bisa dibayar mulai akhir Maret 2020. Janji itu dipaparkan Erick di depan anggota Panitia Kerja (Panja) Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rabu (29/1) kemarin.

Dengan janji tersebut, artinya, tak sampai 60 hari atau dua bulan dari sekarang pemegang polis saving plan bisa mulai mendapatkan haknya. Namun, janji ini bisa dibilang cukup berisiko mengingat belum ada satu strategi penyelamatan keuangan Jiwasraya yang terealisasi hingga detik ini.

Erick pun bungkam ketika ditanyakan oleh awak media mengenai langkah atau solusi pembayaran dana nasabah Jiwasraya yang bakal dilakukan mulai akhir Maret 2020. Pemerintah sebelumnya telah memaparkan sejumlah langkah yang akan diambil untuk menyelamatkan keuangan Jiwasraya yang sedang terkena masalah likuiditas.

Erick, sehari kemudian pada Kamis (30/01) kemarin, membeberkan dua cara yang akan dilakukan dalam upaya melunasi tunggakan kepada konsumen ini. Cara pertama yaitu dengan membentuk holding BUMN asuransi. Pembuatan holding asuransi ini diharapkan dapat meningkatkan tata kelola asuransi baik, terutama terkait pengelolaan investasi, perhitungan actuarial product, fungsi compliance, dan risk management yang sempat terabaikan.

Sedangkan cara kedua yang akan dilakukan adalah melakukan pemulihan aset Jiwasraya. Hingga saat ini, persoalan pemulihan aset tersebut sedang ditangani oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

Hingga saat ini, melansir dari laman cnnindonesia.com, keuangan Jiwasraya hingga akhir tahun lalu tercatat masih minus. Ekuitasnya negatif sebesar Rp23,92 triliun. Hal ini terjadi disebabkan karena liabilitas perusahaan yang mencapai Rp49,6 triliun, sedangkan aset yang dimiliki hanya Rp25,68 triliun.

Menunggu Janji Manis

Banyak korban gagal bayar Jiwasraya mendesak pemerintah segera mencairkan dana klaim mereka. Selama ini mereka tidak punya kepastian akan mendapat pembayaran klaim JS Proteksi Plan, salah satu produk asuransi Jiwasraya. Adanya janji dari Menteri BUMN membuat asa mereka terbuka kembali, apalagi banyak nasabah adalah pensiunan.

Salah satu korban gagal bayar Jiwasraya ialah presenter dan aktris Callista Wijaya yang mengungkapkan kekesalannya kepada media. Callista mengungkapkan, memasukkan dana investasi ke Jiwasraya melalui penawaran dari salah satu bank BUMN. Namun, sudah lebih dari setahun ia tidak bisa mencairkan dananya. Ketika meminta klarifikasi, ia hanya mendapatkan janji-janji manis.

"Sudah lewat satu tahun JSPP saya belum bisa dicairkan pokoknya. Dan sampai sekarang masih menunggu janji-janji manis dari Jiwasraya untuk memberikan apa yang menjadi hak kami. Katanya suruh tunggu tahun ini lagi," ujar Callista, Kamis (30/1)

Sebelumnya, di akun sosial medianya ia menulis keresahan tentang belum dibayarnya pembayaran klaim JS Proteksi Plan, salah satu produk asuransi Jiwasraya. "BTN sebagai pihak yang menawarkan asuransi ini juga tidak bisa bertanggungjawab," ungkapnya.

Menurut Callista, tertundanya pembayaran klaim dari Jiwasraya membuat rencana-rencananya berantakan Yang paling sedih, seharusnya uang asuransi Jiwasraya ini akan digunakan untuk biaya berobat sang ibu.

"Padahal uang itu sudah direncanakan untuk banyak hal termasuk untuk biaya berobat ibu saya dan modal usaha lainnya. Sekarang jadi berantakan akibat permasalahan Jiwasraya ini yang sebelumnya sangat kita percayai sebagai salah satu produk investasi BUMN yang diawasi oleh OJK," keluhnya.

Callista berharap pemerintah dapat segera menyelesaikan permasalahan tersebut. Sebab, masih banyak nasabah lainnya yang bernasib sama dengannya dan hanya mendapatkan janji-janji tanpa ada kepastian.

Termakan Janji Manis

Jiwasraya beberapa waktu terakhir ini seakan menjadi pesakitan. Kasus gagal bayar polis JS Savng Plan kepada nasabah yang mencapai angka Rp 12,4 triliun adalah muara dari masalah yang telah terakumulasi sekian lama di BUMN yang pernah mensponsori klub sepakbola Manchester City ini. Ditengarai penyebab utama dari kasus gagal bayar JS Saving Plan ini adalah karena termakan sendiri oleh janji manis yang mereka tawarkan kepada nasabah yaitu terkait imbal hasil produk asuransi yang berkisar antara 9 - 13 persen per tahun.

Strategi yang dilakukan oleh Jiwasraya untuk mengimbangi janji manis kepada pelanggan ini ternyata justru "menjerumuskan" mereka ke dalam investasi penuh risiko yang akhirnya berujung pada penyusutan nilai investasi yang dimiliki Jiwasraya. Dalam hal ini nilai investasi reksadana yang di tahun 2017 mencapai Rp 19,17 triliun susut mejadi "hanya" Rp 6,64 triliun pada tahun 2019.

Sedangkan untuk investasi saham yang dilakukan Jiwasraya juga terjun bebas ke angka Rp 2,48 triliun pada tahun 2019 dari sebelumnya sebesar Rp Rp 6,63 triliun di tahun 2017. Akibatnya Jiwasraya harus menanggung masalah seperti sekarang. Janji manis yang sebelumnya diumbar kepada nasabah kini berbalik memahitkan mereka.

Penulis: Hendy Yulianto, Wartawan Progresif Jaya

Tue, 4 Feb 2020 @18:20


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2020 PROGRESIF JAYA · All Rights Reserved
powered by sitekno