Lapas Makin Berjubel, Terpidana Didominasi Kasus Narkoba

image

bertambah. Sumatera Utara ,Riau , itu bagian pantai yang berhadapan dengan Malaysia, jadi itu sangat rawan. Sekarang sudah 256 ribu (napi Narkoba) dilapas dan rutan kita,” ujar Yasona Laoly.

    Untuk itulah, dia mengatakan harus ada paradigma khusus dalam melihat kasus narkoba. “Untuk pemakai harus kita lihat dari paradigma kesehatan, tapi kalau bandar ya paradigma hukum yang keras dan ditambah TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) jadi harus keras dan dimiskinkan lewat TPPU, sedangkan bagi pemakai ya direhab,” tuturnya.

     Bahkan, Yasona Laoly mengakui kadang-kadang harus bersikap sarkastik soal ini. “Saya mengtakan janganlah hanya pesinetron yang makai narkoba yang direhab, jadi semua harus direhab, jadi inilah PR kita sekarang.” Ujarnya. Sebab, kata dia kalau tidak diselesaikan,persoalan lapas dan rutan yang over capacity ini akan jadi bom waktu.

      “ Pengguna narkoba apalagi kota-kota besar , dimedan 70% pengguna narkotika di Lapas, ini kan jadi persoalan, “ beberapanya. Yasona Laoly memahami ada jenis persoalan kriminal lain seperti pencurian, pembunuhan, pemerkosaan, dan penganiayaan.

      “tapi kalah sama satu jenis kejahatan ini, berarti itu kan something wrong, ada yang salah dan itu perlu dikoreksi”, ucapnya. Dari 518 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) di Indonesia, sebagian besar jumlah penghuninya telah melebihi kapasitas. Cabang Rutan Bagansiapiapi di Provinsi Riau merupakan yang terpadat Se-Indonesia. Bahkan, dari 15 lapas dan rutan yang ada di Wilayah tersebut hanya satu yang tidak kelebihan kapasitas.

 

*diberitakan oleh : Redaksi

Fri, 11 Jan 2019 @14:58


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar