PN. Jakpus Gelar Sidang Dugaan Pelanggaran Aturan Pemilu

image

masing-masing terdakwa didampingi oleh penasehat hukum, dangan dihadiri oleh tiga orang saksi yaitu Ketua Bawaslu Jakarta Pusat M. Halman Muhdar, Panwas Kelurahan Galur Basniar dan seorang masyarakat Gembrong Lama Kelurahan Galur Jakarta Pusat.

Dihadapan Majelis hakim diketuai Sibenneri Sinaga, Ketua Bawaslu Jakarta Pusat M. Halman Mahdar mengatakan dirinya hanya menerima laporan dari Panwas Kelurahan bahwa adanya dugaan kampanye terbuka dan tidak ada pemberitahuan serta laporan.

Selanjutnya Panwas Kelurahan Galur Basnia mengatakan sudah turun langsung ke lapangan untuk memperingatkan dan memberitahukan guna pencegahan. Karena terhimpit warga hingga akhirnya tidak sempat memberitahukan kepada para caleg.

sementara Novi Wulandari yang merupakan salah satu warga dilokasi mengatakan bukan mandala memberikan kupon undian voucher Umroh kepadanya. Kupon menurut keterangan Novi diberikan oleh seorang wanita yang menggunakan baju biru. "sama perempuan tapi saya gak tahu itu" ucap Novi.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andri Saputra dan Santoso dalam dakwaannya mengatakan, Mandala dan Lucky yang merupakan caleg nomor lima Dapil Jakarta Selatan dan DPRD DKI nomor enam Dapil Jakarta Pusat diduga melakukan pelanggaran aturan pemilu dalam kampanye tatap muka dipasar Gembrong Lama jakarta pusat pada tanggal 19 Oktober 2018.

"Diduga membagikan kupon yang bergambarkan nama mereka dan Lambang PAN. Dibelakangnya ada semcam janji seandainya terpilih di undi umroh dan Door prize" Jelas Andri.

Sementara itu, Mandala yang didampingi penasehat hukumnya Muhammad Rullyandi mengatakan, memang sempat berfoto bareng dengan warga yang menjadi saksi dipersidangan.Namun dirinya mengatakan hanya meminta warga tersebut memilihnya saat Pileg, dan tidak berjanji memberi apapun (AT)

Wed, 9 Jan 2019 @11:59


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar